“Rekam Jejak 15 Tahun PKS”

“Rekam Jejak 15 Tahun PKS”

by Indah Pebriandini
@NdhaAndini on twitter

Partai Keadilan (PK) dideklarasikan di Lapangan Masjid Al-Azhar Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada 9 Agustus 1998.

Saat itu umur reformasi baru 3 bulan. Bayi merah PK menggeliat dalam euforia reformasi yang masih menggaung dan terasa dimana-mana.

Nurmahmudi Ismail (walikota Depok saat ini) menjadi Presiden PK yang pertama. Dalam waktu singkat, PK ada di seluruh provinsi.

Saat-saat perjuangan manis itu masih lekat dalam ingatan kader-kader terdahulu. Mendirikan Pos Keadilan di seluruh kecamatan.

Perkembangan Partai Keadilan begitu cepat, sampai-sampai mencengangkan media. PK menjadi media darling saat itu, persis seperti Jokowi saat ini. Media-media seperti Kompas, Tempo, Jawa Pos, Tajuk, Republika memberitakan PK dengan gagah.

Tak mustahil, jika dengan sikap moderat bahkan modernis, partai ini bisa menjadi partai besar kelak (Tempo, 18 Januari 1999).

Kerennya lagi, hampir semua pengurus DPP PK bertitel sarjana sampai doktor (Kompas, 16 Januari 1999).

Lebih dari 14 tahun yang lalu, saat-saat paling indah. Media memuji Partai Keadilan.

PK menolak pemberlakuan asas tunggal dalam organisasi di masa itu. Ini betul-betul tindakan berani, masa itu. Tidak mudah untuk menolak pemberlakuan asas tunggal ini. Tapi perlawanan membuahkan hasil yang manis.

Kampanye PK di hari terakhir pada 3 Juni 1999 di Bundaran HI adalah kampanye terbesar saat itu.

Pemilu 1999 berlangsung sukses. PK menandatangani hasil pemilu dengan catatan relatif jujur dan adil.

20 Oktober 1999, PK menerima tawaran Presiden Gusdur untuk mengisi Departemen Kehutanan dan Perkebunan dalam kabinet.

PK menunjuk Dr. Nurmahmudi Ismail, M.Sc (selanjutnya disingkat NMI) sebagai calon menteri yang diajukan kepada Presiden Gusdur, karena dinilai mempunyai kapasitas dan kapabilitas.

Tidak mudah membenahi departemen yang sangat korup semasa Orba. Bahkan NMI sempat tidak mendapat ruangan kerja.

Ternyata reformsi di Departemen Kehutanan dan Perkebunan mendapat resistensi dari birokrasi yang korup. NMI mendapat tantangan untuk membenahi semua itu. KKN sudah mendarah daging.

Salah satu prestasi NMI adalah mampu mereformasi departemen yang dipimpinnya dan menyeret Bob Hasan ke penjara.

16 April 2000, NMI mengundurkan diri dari Presiden PK dan selanjutnya akan berkonsentrasi menjadi menteri.

Saat itu ada media yang dengki. Isu NMI hanya mencari jabatan pun berhembus. Setelah dapat posisi menteri, ia tinggalkan partai.

18-21 Mei 2000, Partai Keadilan menggelar Musyawarah Nasional (Munas) I di Hotel Bumi Wiyata – Depok. Banyak tokoh nasional yang datang. Namun belakangan tokoh-tokoh ini malah memusuhi PK. *sedih*

Salah satu tokoh yang hadir dan menjadi pembicara dalam Munas I Depok adalah Arbi Sanit.

21 Mei 2000, Hidayat Nur Wahid (HNW) terpilih sebagai Presiden PK menggantikan NMI dalam Munas I PK di Hotel Bumi Wiyata – Depok.

Dalam perkembangannya di kabinet Gusdur, PK mengalami pasang-surut. Banyak hal kontroversi dilakukan Presiden Gusdur.

Inilah benturan pertama PK. Sikap PK terhadap pemerintahan Presiden Gusdur begitu kritis.

20 Januari 2001, HNW menyatakan PK berlepas diri dari pemerintahan Presiden Gusdur. Sejak saat itu, PK menjadi oposisi terhadap pemerintah, meskipun menterinya masih ada di dalam kabinet.

Benturan-benturan aksi mahasiswa yang menentang presiden waktu itu pun berlangsung sengit.

Presiden Gusdur mengeluarkan Dekrit Presiden 22 Juli 2001 tentang Pembekuan MPR/DPR. Membuat situasi memanas.

23 Juli 2001, melalui Sidang Istimewa MPR, Presiden Gusdur digantikan oleh Presiden Megawati. Partai Keadilan tetap menjadi oposisi bagi pemerintah. Peran PK sangat kuat.

20 April 2003, Partai Keadilan (PK) berubah nama menjadi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Peran PKS menjadi lebih tegas dan kuat membangun demokrasi bangsa.

26 Mei 2003, PKS membentuk Crisis Centre untuk Rakyat Aceh (CCRA) untuk membantu rakyat Aceh keluar dari konflik berkepanjangan.

Selama kurun waktu pemerintahan Megawati, PKS berjuang keras untuk kepentingan umat Islam.

10 Juni 2003, walau hanya dengan 4 anggota legislatif, PKS terus berjuang untuk disahkannya UU Sisdiknas.

Pemilu 2004 membawa perubahan besar untuk PKS dan negara. Suara PKS melonjak hingga tiga kali lipat.

Kader-kader PKS mulai membangun bangsa dengan prestasinya. Banyak sudah lembaga kemanusiaan yang didirikan oleh kader PKS.

Di sisi lain, fitnah demi fitnah terus berlangsung. Soeripto, legenda intelijen dan kader PKS berulang kali masuk penjara. Begitupun koalisi dengan SBY yang mengalami pasang-surut dari tahun 2005 sampai sekarang.

Sejumlah nama kader PKS berusaha dikait-kaitkan dengan kasus korupsi : Soeripto, Rama Pratama, Anis Matta, Tamsil Linrung dan lain-lain semua tidak pernah terbukti sampai di pengadilan.

Usaha menjatuhkan PKS dari panggung politik begitu dirasakan oleh kader-kader PKS dari seluruh Indonesia.

Media tidak lagi ramah dengan PKS karena terkooptasi kekuatan politik lain dan era industri kapitalis media yang menguat.

Pemilu 2009 mengantarkan posisi PKS semakin kuat dalam peta politik nasional. Dimana-mana dukungan politik partai lain turun karena ada ‘Tsunami Demokrat’, tapi PKS tetap naik.

Kecemburuan kekuatan politik lain terhadap PKS semakin menguat, karena sama sekali tidak ada kader PKS yang terlibat korupsi.

SBY tetap menggandeng PKS dalam kabinetnya. 4 kader PKS terpilih untuk duduk di dalam kabinet SBY. Namun lagi-lagi fitnah semakin menguat. Kasus Bailout Century membuat hubungan PKS dan SBY memanas.

Misbakhun yang sangat vokal terhadap kasus Bailout Century justru dipidanakan oleh Andi Arief, salah satu staf khusus presiden.

Tapi perjuangan tak pernah kenal kata lelah. Setelah diputus salah oleh pengadilan, Misbakhun banding sampai tingkat MA. Pada akhirnya MA memutuskan bebas tidak bersalah.

PKS juga sempat diancam dikeluarkan dari Koalisi Setgab. Tapi SBY tidak punya cukup keberanian…hihihi

Setelah berbagai macam cara untuk menjatuhkan PKS dari panggung politik gagal, akhirnya PKS tersandung juga.

Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaq tersandung kasus impor daging sapi. KPK menangani masalahnya.

Perjuangan panjang PKS membangun negeri ini seakan-akan hancur dalam satu malam saja.

Ust. Luthfi disebut-sebut menekan Mentan (yang merupakan kader PKS) dalam urusan kuota impor daging sapi.

Padahal Mentan dukung stop impor barang-barang pertanian. Kenapa? Karena Kementan ingin swasembada. Jadi kuota impor daging sapi diturunkan, sehingga memberdayakan peternak-peternak sapi lokal.

Risikonya sangat tinggi. Australia bisa-bisa banjir pengangguran di sektor peternakan. Ini salah satu dilema Kementan.

Nah, biar tidak kehilangan muka karena impor sapi distop, Australia bermain kotor untuk gertak stop ekspor duluan. Kesan yang ingin dibangun, posisi tawar Australia lebih tinggi dari Indonesia. Jelas tidak bisa. Bangsa ini masih punya harga diri!

Australia mempunyai puluhan Rumah Potong Hewan (RPH) bekerjasama dengan pemerintah. Lalu sengaja menyusup untuk membuat video.

Beberapa RPH dengan beberapa jagal sengaja membuat ulah menyiksa hewan, yang jelas-jelas dilarang dalam Islam.

Sapi Australia yang akan dipotong beberapa diantaranya di-’siksa’. Ingat video penyiksaan sapi yang sempat beredar beberapa bulan lalu kan? Itu disengaja oleh Australia.

Ini menjadi alasan seolah-olah Australia lah yang akan stop ekspor. Inipun menjadi salah satu sebab daging sapi hilang di pasaran.

Mulailah beredar daging sapi yang dicampur daging babi. Siapa yang disalahkan? Mentan, kader PKS.

Cobalah telusuri google dengan clue berikut :

– Petani Australia protes karena Indonesia stop impor.

– Indonesia senang Australia stop ekspor, tapi petani Australia galau.

– Di RPH, mulai gedung, alat-alat potong semua dari Australia.

– Mentan stop impor bidang pertanian agar petani lokal makmur, AS ancam laporkan Indonesia ke WTO.

– AS ikut protes karena ekspor sapi ke Indonesia ditolak.

– Australia pun tak ingin Indonesia swasembada daging sapi. – RPH diancam Australia jika memotong sapi lokal.

Pengkhianat kan?

Semua link beritanya ada di TL-nya @NdhaAndini. *Sory gue susah kopasnya karena gue pake hp jadul… Hihihi*

Indonesia sebenarnya ngeri sama ancaman-ancaman AS dan Australia. Yang tidak takut adalah Mentan yang lebih berpihak ke petani. Dan jadilah PKS dihajar habis-habisan oleh ‘invisible hand’.

Dhuaarr!! Ust. Luthfi dipenjara dan dituduh terima suap 1 M, gratifikasi seks sampai pencucian uang. Begitupun dengan kasus harga bawang yang melebihi harga daging.

Sudah menjadi kewajiban pemerintah untuk melindungi industri dalam negeri, khususnya petani dan peternak. Dalam kasus bawang, kemampuan petani memang terbatas. Produksi petani hanya mampu memenuhi 10% kebutuhan bawang nasional. Jadi sejak dulu bawang memang impor.

Tahun 2012 sudah disetujui impor bawang oleh Mentan, dan jadwal barang impor datang Januari 2013.

Namun sejak Januari-Maret 2013, bawang belum diambil para importir karena Kemendag belum mengeluarkan Surat Persetujuan Impor.

Ternyata importirnya yang nakal. Hal ini membuat harga bawang meroket karena bawang hilang dari pasaran.

Lagi-lagi, jadilah Mentan (dari PKS) yang disalahkan dan diserang. Karena PKS harus sempurna, salah sedikit saja akan menjadi bahan bully-an dimana-mana.

Nah, pertanyaannya seharusnya, siapa yang memerintahkan Kemendag menunda-nunda surat itu? Siapa yang memerintahkan importir tidak mengambil barang yang sudah sampai di pelabuhan itu?

Konspirasi jahat para importir dan oknum Kemendag ini dimanfaatkan untuk memfitnah Mentan dan menjatuhkan PKS tentunya.

Keren ya fitnahnya😀

Jadi, media kini tidak lagi ramah dengan PKS, dan para pengamat politik pun begitu sinis dengan PKS.

Kemana pengamat-pengamat ini ketika dulu PKS sibuk memberantas korupsi di Departemen Kehutanan?

Kemana media-media yang sekarang sibuk menghujat PKS ketika Soeripto bolak-balik keluar-masuk penjara karena fitnah?

Seakan-akan PKS tidak pernah melakukan apa-apa untuk negeri ini. Sementara orang yang terlibat dalam kerusuhan Mei 1998 dielu-elukan bak seorang pahlawan.

Lupakah dengan perjuangan manis melawan tirani kesewenang-wenangan dan ketidakadilan demi mewujudkan reformasi?

Musuh PKS ini banyaaak. Dari orang-orang yang jelas-jelas membenci Islam, sampai dari dalam kalangan saudara sendiri.

15 tahun memang belum cukup untuk membenahi segala kebobrokan di negeri ini.

Perjuangan menyejahterakan negeri ini masih panjang. Sadarlah, angin yang menerpa akan semakin kencang seiring pokok pohon yang semakin menjulang.

Di tengah salah satu badai ujian ini, PKS harus mampu bangkit.

Fitnah yang mengorbankan qiyadah (pemimpin) kami cukup menjadi pengingat bahwa jalan dakwah ini tidaklah mudah.

Ini adalah kado ujian dari Allah, apakah kami berputus asa dalam meniti jalan ini?

Apakah kami mampu menjadi kafilah dakwah yang kuat, tangguh dan senantiasa percaya atas kasih sayang-Nya? Atau justru letih, lemah hingga putus asa dan merasa perjuangan ini sia-sia?

Apakah kami mampu menjadi kafilah dakwah yang sabar, tenang dan kembali bangkit untuk terus berjuang? Atau kami menjadi orang-orang yang menyerah atas fitnah yang jelas-jelas nyata?

Sungguh, tanamkan dalam hati, kita harus melawan ketidakadilan yang membelit negeri ini, hingga akhir hayat nanti.

Sekian dan terima traktir😀

One thought on ““Rekam Jejak 15 Tahun PKS”

  1. Pingback: “Rekam Jejak 15 Tahun PKS” | firmant15

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s